Tempat Cuci Film Kamera Analog Di Tangerang yang Masih Buka

Cuci Film Tangerang yang Masih Buka

Huwalahaw.

Kembali lagi bersama saya yang akan membahas masalah kamera analog yang gitu-gitu aja, tapi yaudah nggapapa, daripada ngga ada yang dibahas kan ya?

Saya males membahas cinta-cintaan juga soalnya.

Wle.

Oiya tapi...

KENAPA NGGA BAHAS LAGU AJA YA?

Ya nanti nama blognya jadi elageu.com dong? Eh, keren juga itu blog ehe.

Nanti kapan-kapan bikin.

ELAHELAH, SATU BLOG AJA SUSAH NGURUS, MAU BIKIN SATU LAGI. MARUK AMAT.

maap.

Okai, kali ini saya akan kembali membahas perihal komponen penting dari bermain kamera analog, yaitu tempat mencuci atau develop si film, agar bisa menghasilkan gambar yang bisa diterawang atau di scan-scan.

Sebelumnya saya sudah pernah membahas juga ya, yang mana postingan itu terkhusus untuk yang berdomisili di Jakarta saja. Nah, kali ini terkhusus untuk mereka-mereka yang berdomisili di Tangerang nih. Apakah ada?

Mantap jiwa, selamat datang kepada kalian siapa saja yang nggak saya kenal.

Ehe.

Yuk dibikin headingnya biar terkesan mantap.

Tempat Cuci Film Kamera Analog di Tangerang

Tempat Cuci Film Di Tangerang

Eh sebelumnya, Tangerang itu bagian dari Jakarta bukan sih? Soalnya saya sering menyebut daerah yang berada di ujung barat jawa itu ya, Jakarta aja gitu. Karawang, saya bilang Jakarat. Bekasi, saya bilang Jakarta. Banten, saya bilang Jakarta. Soalnya susah, membeda-bedakannya. Meski kalian juga nggak mau disama-samakan kan?

Ya wajar.

Baca juga : Tempat Cuci Film di Jakarta

Okai, karena kali ini kita akan membahas masalah tempat cuci film kamera analog yang berada di Tangerang, maka saya sebelumnya meriset terlebih dahulu dong. Nggak mungkin tidak. Akhirnya, ditemukanlah dua tempat cuci film kamera analog di Tangerang yang masih buka, yaitu...

Cuci Film Kamera Analog Tangerang : Marka Lab

Tempat Cuci Film Di Tangerang
Nah, ini adalah salah satu tempat cuci film kamera analog di Tangerang yang cukup terkenal dan masih buka sampai sekarang. Pasalnya, ya kayaknya marka lab ini yang menguasai tempat cuci film di Tangerang, deh.

Tapi bagi mereka yang memang mungkin sudah cocok di tempat cuci film semacam SnF, Anakanalog, Bersoreria yang berada di Jakarta sana, ya lain cerita. Memang ada orang yang nggak mencari murah dan dekat, melainkan kualitas.

Silahkan.

Tapi, apabila di sini ada yang berdomisili Tangerang dan ingin mencuci film dengan cepat dan singkat, Marka lab adalah solusinya.

Harga Cuci Film Tangerang

Biaya cuci film dari Marka Lab ini juga bisa dibilang standar kok, dengan kualitas hasil yang mantap pula tentunya. Lagian, mana ada sih, tempat cuci film yang ketika sudah selesai dan hasilnya dikirim, ternyata isinya foto syur chika bandung?

Itu mah, di internet banyak.

Eh, dimana ya Chika bandung itu sekarang?

Ku rindu.

AW!

EH KENAPA JADI CHIKA BANDUNG, ANJIR?

Okai, intinya, siapapun para pemain kamera analog, yang mungkin hendak mencoba atau sudah cukup lama, silakan coba untuk mencuci film di marka lab.

Terimakasih

Cuci Film Kamera Analog Tangerang : Arfidiarto

Cuci Film Tangerang Arif Fidiarto

Nah, ini juga salah satu tempat cuci film kamera analog yang ada di Tangerang, yang mana aktornya adalah pemain analog juga, yaitu Mas Arief.

kenal?

Tidak, tapi saya pernah beli roll film di tempat beliau, karena dulu murah sekali. Masa empat roll film kodak vision 250d 36 exposure dihargai Rp. 100.000? Ya saya embat dong. Ehe.

Tapi sekarang kayaknya sudah naik, jadi seharga Rp. 95.000 untuk 3 Roll film. Masih lumayan murah sih, tapi ngga dulu. Ehe.

Baca juga : Aplikasi Scan Film Kamera Analog

Nah, saat beli roll film itu, beliau sempat menawarkan jasa cuci film kamera analog, yang harganya murah sekali buset. Saya langsung meminta agar beliau pindah di Jogja saja, tapi katanya tiadk mau, mengingat UMR-nya bikin menyebut. Makanya, menyambi kerja remote di Singapur dong, biar banyak duitnya meski tinggal di Jogja.

Ehe.

INI KENAPA SAYA NGGAK JELAS BANGET IH ANJIR!

maap. maap.

Oiya, jadi, jasa cuci film di Tangerang yang dimiliki oleh mas Arief ini bernama kaka.labs yak, mungkin bisa dicek-cek saja, mengingat harganya yang sungguh menggoda iman dan taqwa karena murah sekali.

Tempat Cuci Film Kamera Analog Tangerang

Biaya Cuci Film Tangerang

Aku aja ingin, tapi kejauhan kalau harus saya kirim ke Tangerang, soalnya di sini ada banyak tempat cuci film ehe.

Silakan banget dicoba, khususnya bagi pemula yang mungkin masih merasa sayang untuk ngeluarin duit buat cuci film ehe.

Udah ah, gitu aja soalnya tempat cuci film di Tangerang yang saya tau hanya ada dua itu. Barangkali nanti ada teman-teman yang lebih tau, bisa komen agar saya bisa merevisi serta menambahi. Hidup itu saling membantu, kalau hidup saling mengambil, itu koruptor atau asu.

Aw aw.

Terimakasih ya.

bye.

23 Comments

  1. Wah, warga Tangerang penyuka cetak foto analaog terbantukan sekali nih info alamatnya disini.

    So, bermaturnuwunlah sama mas Teo.
    Ehe.

    BalasHapus
  2. Dulu pernah pegang kamera analog ketika piknik jaman smp. Model film kamera analog dengan jumlah yang terbatas membuat kita mesti berhati-hati untuk motret. Tidak boleh asal, tidak boleh boros. Apalagi kalau sdah kelar, butuh effort untuk cetaknya. Biaya cetaknya juga lumayan.

    Berhubung skarang sdah hijrah ke digital, jadi gatau apakah masih ada tempat cuci film di semarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kalo kamera analog harus irit ya mas, sebab jumlah roll nya terbatas, beda dengan hape yang bisa jepret ribuan kali, asal dikasih memori 1 TB.😁

      Hapus
  3. Hayoo... ketahuan... ada apa dengan Chika Bandung? *eh*

    BalasHapus
  4. Kayaknya tempat cuci foto analog gini punya tempat tersendiri buat yang masih hobbynya pake kamera analog ya Kak.
    Soalnya sekarang kan udah langka tuh.

    BalasHapus
  5. di kampung saya ada yang masih buka mas, tapi mereka lebih mengarahkan ke yang digital karena bisa langsung jadi

    BalasHapus
  6. nice blog ini tentang kamera analog ya? jarang nemu deh. unik kak. lanjutkan. semoga konsisten update ya. btw, jadi inget punya kamera analog. kayaknya masih ada deh. kalau dijual harganya berapa ya? kan barang antik. haha

    BalasHapus
  7. Masih ada yang buka tempat cuci kamera analog ya, kirain sudah pada tutup ternyata di Tangerang masih ada. Dulu di Brebes juga ada tempat cuci kamera analog namanya Andika tapi sekarang sudah tutup, mungkin karena sepi

    BalasHapus
  8. Chika Bandung itu siapa mas Feb? ��
    #salfok

    BalasHapus
  9. Suamiku masih punya tuh kameranya mas, tapi ga ada roll filmya, menurut suamiku itu udah jadi barang antik karena udah jarang yang pake, udah beralih ke kamera digital juga hihihi.

    Aku terakhir pakai kamera analog tahun 2005an, waktu itu ke Bali. Setelah itu udah pakai kamera digital yg baterainya masih pakai baterai jam dinding hahahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti saya masih jauh lebih muda mbak, kayaknya tahun 2005 saya belum tahu kamera analog,, wkwkwwk

      Hapus
  10. wah, kirain udah ngga ada yang pake analog lagi

    BalasHapus
  11. Wah, aku gak nyangka masih ada tempat utk cetak film kamera di Jakarta. Apakah juga sekalian menjual film-nya? Selama ini aku pikir udh gak ada yg jual film, boro2 tempat cetak.

    BalasHapus
  12. The push pulls are ideally suited for handle goods include bagged products such as seed, agricultural products and cement; cased food, electronics, cosmetics and bottled beverages. with slipsheets instead of wooden pallets, and are used in various industries such as food, beverage, glassware, building material, agricultural, paper, chemical and the automotive parts industry. http://www.huamaiattachments.com/product/hydraulic-forklift-attachments/push-pulls/

    BalasHapus
  13. Bale clamps designed to efficiently transport cotton, wool, synthetic textile bales, corrugated, newsprint, rag, hay and metal scrap bales via forklift through recycling, paper and textile industries and translates into savings in time and storage costs. http://www.huamaiattachments.com/product/hydraulic-forklift-attachments/bale-clamps/

    BalasHapus
  14. Wahhh, jadi kangen ya Kak pake kamera analog ;agi
    Dulu happening banget

    Skrg udah move ke kamera digital dan kamera HP semua

    BalasHapus
  15. Aku mulai beralih dari kamera analog ke digital sekitar tahun 2006-an. Padahal masih betah banget, tapi ya itu dia tempat cuci cetaknya semakin jarang. Ada satu yang besar dekat rumah dan lama-lama bangkrut bikin sedih :'( Tapi untuk musik, suamiku masih setiap pakai analog. Kalau rusak lumayan ribet, sudah jarang yang bisa betulin. Kadang kepikir kalau suatu hari makin jarang yang pakai gimana, ya? Apa bakal punah? Huaaaa, jangan deh, sensasi analog beda, lebih "berkarakter" :')

    BalasHapus
  16. gelaaaaseh, udah setahun ngga ngeblog tau2 udah berubah aja ini lapak. udah jadi juragan analog dia, wadow aku si telat mampir.

    BalasHapus
  17. Keren banget ini, mengingatkan masa lalu, kira-kira terakhir cuci film itu di bawah tahun 2010 deh, lupa tepatnya.
    Di Surabaya tuh ada tempat yang paling murah buat cuci film, tapi nggak tahu sekarang masih nerima atau enggak :)

    BalasHapus

Terima kasih telah datang dan berkomentar, atau mungkin hanya membaca-baca saja. Semoga harimu membahagiakan.